Konsultasi Dokter Online 24 Jam: Manfaat Makanan Pedas

Bagi para pecinta makanan pedas, hidup terasa kurang lengkap apabila menyantap lauk-pauk tanpa kehadiran cabai atau sambal untuk teman makan sampai keringat mengalir deras di dahi.

Capsaicin banyak terkandung dalam cabai merah, hijau, rawit, keriting, hingga jalapeƱo. Capsaicin ketika dimanfaatkan sebagai pengobatan lokal bisa membantu meringankan rasa sakit. Mengonsumsi cabai juga bisa membantu meningkatkan performa sistem imun tubuh, dan juga dapat merangsang kerja ginjal, paru, dan jantung.

konsultasi dokter online 24 jam

Apa saja sih, manfaatnya bagi kesehatan? Yuk, simak ulasan berikut ini.

1. Menurunkan berat badan

Dalam sebuah studi penelitian, panas yang dihasilkan dari capsaicin mampu menstimulasi lemak cokelat  sehingga kinerja metabolisme tubuh melonjak hingga lima persen. Pembakaran lemak meningkat 16 persen karena proses metabolisme tubuh yang lebih optimal. Sehingga kegiatan makan dengan sambal sama saja dengan membakar kalori dalam tubuh.

Terdapat sebuah studi yang mengaitkan konsumsi cabai merah dalam kaplet dosis tinggi dengan penurunan nafsu makan dan peningkatan aktivitas pembakaran kalori. Dapat disimpulkan bahwa cabai dalam ukuran yang banyak maupun takaran normal dalam resep masakan biasa memberikan manfaat yang sama. Terlebih, mengonsumsi makanan pedas juga membantu menekan nafsu makan dan keinginan ngidam, serta menurunkan jumlah kalori yang Anda makan.

Meskipun begitu, saat diet jangan hanya makan pedas saja, tetapi juga dibarengi dengan olahraga teratur.

2. Kesehatan jantung yang lebih baik

Capsaicin dalam cabai efektif menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) dalam tubuh di mana kolestrol jahat dapat mengakibatkan stroke dan serangan jantung.

Cabai mampu memperkuat dinding otot jantung karena mengandung vitamin A dan C. Kemudian, rasa hangat dari capsaicin dapat meningkatkan sirkulasi darah dalam tubuh dan menyebabkan penurunan tekanan darah akibat pengaruh oksida nitrat dalam capsaicin terhadap pelebaran pembuluh darah. Terlebih, capsaicin juga bisa membantu mencegah pembekuan darah.

3. Umur panjang

Dari hasil sebuah penelitian disebutkan, orang yang makan makanan pedas hampir setiap hari memiliki 14% penurunan risiko kematian. Lalu mereka yang makan makanan pedas dua kali seminggu menurunkan risiko kematian hingga 10 persen, daripada dengan orang yang mengonsumsi makanan pedas hanya satu kali seminggu.

4. Mencegah kanker dan tumor

Sebuah penelitian telah membuktikan, capsaicin mampu membangkitkan reseptor sel dalam lapisan di usus untuk menghasilkan reaksi yang dapat menurunkan risiko pertumbuhan tumor dengan mematikan reseptor yang over-reaktif.

Menurut American Association for Cancer Research, senyawa capsaicin pada kunyit memiliki kemampuan untuk mematikan beberapa jenis kanker dan sel leukemik.

Capsaicin juga berkaitan dengan keefektivitasannya terhadap pengobatan kanker pankreas, payudara dan kandung kemih. Meskipun demikian, Anda mungkin harus mengonsumsi capsaicin dalam jumlah yang tidak masuk akan agar mampu berhasil.

Tak hanya itu, cabai juga mempunyai anti-peradangan. Cabai dinilai sangat ampuh untuk melindungi Anda dari borok atau ulkus dalam perut. Luka dalam perut yang diakibatkan oleh bakteri H.pylori penyebab pertumbuhan bisul. Capsaicin dapat membantu membunuh koloni bakteri tersebut. Orang-orang yang mengonsumsi makanan rendah capsaicin lebih tinggi berisiko memelihara luka diperut mereka daripada orang yang mengonsumsi makanan dengan kadar capsaicin tinggi.

Pedas-pedas ternyata bermanfaat, ya! Jadi, jika Anda memang penyuka pedas tentu semakin asyik. Nah, Anda juga bisa mendapatkan info sehat menarik lainnya di aplikasi Klikdokter. Nikmati pula kenyamanan layanan konsultasi dokter online 24 jam dengan mengunduh aplikasinya di Playstore.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>