6 Cara Pengobatan untuk Vaginitis

Dilansir dari laman Halodoc.com, vaginitis adalah penyakit pada daerah vagina yang disebabkan adanya infeksi atau inflamasi. Vagina adalah bagian tubuh yang penting bagi para wanita, dan tentu saja semua wanita tidak menginginkan ada masalah pada area kewanitaannya. Akan tetapi, pola hidup tidak sehat dan kebiasaan-kebiasaan tidak baik yang sering wanita lakukan pada area kewanitaannya dapat menyebabkan terjadinya vaginitis. Jika Anda adalah sebagian orang yang mengalami vaginitis Anda tidak perlu khawatir, karena ada berbagai cara yang dapat dilakukan untuk mengobati vaginitis yang Anda alami. Namun, sebelum mengobati vaginitis yang Anda alami, ketahui terlebih dahulu jenis vaginitis dan penyebab dari vaginitis yang dialami agar Anda dapat melakukan pengobatan untuk vaginitis dengan benar.

 

Berikut ini adalah cara mengobati penyakit vaginitis berdasarkan penyebabnya.

  1. Infeksi Jamur

Jika vaginitis yang dialami diakibatkan dari infeksi jamur, maka dokter akan memberikan krim antijamur atau supositoria. Krim antijamur diantaranya adalah miconazole (Monistat), clotrimazole (Gyne-Lotrimin), dan tioconazole (Vagistat). Selain memberikan krim antijamur, biasanya dokter pun akan memberikan pengobatan berupa minuman antijamur.

 

  1. Bacterial Vaginosis

Ketika vaginitis disebabkan oleh bacterial vaginosis, dokter akan melakukan pengobatan dengan memberikan tablet oral, seperti metronidazole (plagyl), troical metronidazole gel (metrogel), atau clindamycin cream (cleocin). Pengobatan ini dilakukan dengan cara mengoleskan tablet oral pada bagian vagina yang biasanya diberikan 1-2 kali sehari dalam waktu 5-7 hari.

 

  1. Trichomoniasis

Trichomoniasis berupa infeksi yang disebabkan oleh parasit trichomonas vaginalis yang biasanya ditularkan melalui hubungan seksual. Tablet metronidazole (Flagyl) atau tinidazole (Tindamax) dapat digunakan untuk pengobatan vaginitis yang disebabkan oleh infeksi Trichomoniasis.

 

  1. Vaginitis yang tidak menular

Dari laman hellosehat.com dikatakan bahwa kunci utama untuk mengobati vaginitis jenis ini adalah mencari sumber penyebabnya. Kemungkinan penyebabnya dapat berupa deterjen, sabun, pembalut, atau tampon. Krim estrogen topikal adalah obat yang biasa dokter berikan untuk meringankan gejala yang ditimbulkan.

 

  1. Perubahan hormon estrogen

Perubahan hormon dapat berupa karena menopause, hanil, atau menggunakan metode kontrasepsi hormonal. Penanganan yang diberikan oleh dokter untuk vaginitis yang disebabkan penurunan hormon estrogen adalah penggantian yang akan menggantikan hormon estrogen alami tubuh.

 

  1. Efek samping dari obat-obatan

Untuk mengobati vaginitis akibat reaksi alergi karena bahan-bahan kimia, yaitu pengidap disarankan agar menghindari substansi pemicu alerginya. Pilihlah obat lain yang memiliki fungsi yang sama untuk menyembuhkan penyakit yang Anda derita tanpa menimbulkan alergi pada daerah vagina.

 

Kunci utama untuk pengobatan vaginitis adalah mengetahui penyebab yang tepat. Anda bisa saja untuk mendiagnosis sendiri dan melakukan pengobatan bebas karena tidak perlu mengeluarkan biaya yang cukup besar dan tidak perlu menunggu bertemu dokter. Namun, menggunakan pengobatan yang salah dapat memperlambat diagnosis serta perawatan yang tepat. Maka dari itu, Anda harus tepat menentukan jenis vaginitis apa yang Anda alami.

Untuk mengetahui jenis vaginitis yang Anda alami, maka sebaiknya berkonsultasi kepada dokter. Dokter bisa memeriksa tanda-tanda pada vagina dan riwayat medis yang Anda miliki. Selain itu, dokter juga bisa melakukan pemeriksaan pelvis yang merupakan pengambilan sampel cairan vagina. Sampel tersebut akan diperiksa di laboratorium agar dapat mengidentifikasi organisme yang menginfeksi vagina. Setelah mengetahui penyebab dan jenis vaginitis yang Anda alami, dokter akan memberikan pengobatan yang paling efektif.

Vaginitis memang penyakit yang tidak berakiba fatal. Namun, vaginitis yang dibiarkan bisa menyebabkan komplikasi-komplikasi penyakit lainnya, misalnya lebih rentan terinfeksi penyakit menular seksual seperti klamidia dan HIV

 

Kesehatan

Tinggalkan Balasan

Comment
Name*
Mail*
Website*